Padang, 24 Juni 2026 – LLDIKTI Wilayah X mendeklarasikan Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Provinsi Sumatera Barat di Hotel ZHM Premiere Padang sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan prioritas daerah melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak. Rektor UNU Sumbar Prof. Yunia Wardi, beserta Wakil Rektor I Dr. Zasmeli Suhaemi dan Wakil Rektor II Rifka Zuwanda, MH, ikut menghadiri kegiatan tersebut .

Deklarasi ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Provinsi Sumatera Barat oleh Ketua APTISI Wilayah X-A, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T., mewakili Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Barat; Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Syukri Arief, mewakili Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Sumatera Barat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH; serta Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Yuni Andra, SKM, MM, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Penandatanganan komitmen tersebut disaksikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. M. Fauzan Adziman, Ph.D., serta Kepala LLDIKTI Wilayah X, Dr. Afdalisma, M.Pd., S.H.

Konsorsium ini mengusung semangat “Kampus Sehat Berdampak: Bergerak Bersama Menyehatkan Nagari, Membangun Generasi” sebagai bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Melalui konsorsium tersebut, para pihak bersepakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan kampus yang sehat, aman, inklusif, dan berkelanjutan sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul. Selain itu, konsorsium juga bertujuan mengintegrasikan sumber daya, keahlian, dan jejaring seluruh pihak guna mendukung penyelesaian berbagai permasalahan kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan di Provinsi Sumatera Barat.
Sebagai bagian dari implementasi komitmen, konsorsium akan melaksanakan pemantauan, evaluasi, serta penguatan berkelanjutan terhadap Program Kampus Sehat Berdampak. Perguruan tinggi bersama pemerintah daerah juga berkomitmen melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada program prioritas dan permasalahan strategis daerah secara kolaboratif sekurang-kurangnya dua kali pada tahun 2026, yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Adapun fokus program Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Provinsi Sumatera Barat meliputi penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), bullying dan kesehatan mental, pendidikan karakter dan pencegahan perilaku berisiko, serta pendidikan antikorupsi dan budaya integritas.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, konsorsium ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan semangat Diktisaintek Berdampak, di mana perguruan tinggi hadir tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, hasil riset, inovasi, serta kapasitas pengabdian kepada masyarakat yang besar. Melalui konsorsium ini, seluruh potensi tersebut dapat disinergikan untuk membantu pemerintah daerah menangani isu-isu prioritas pembangunan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Program ini sangat baik karena menyatukan kekuatan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kampus harus hadir memberikan solusi dan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Prof. Fauzan.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Dr. Afdalisma, M.Pd., S.H., menyampaikan bahwa pembentukan konsorsium ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Sumatera Barat.
Dengan terbentuknya Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Provinsi Sumatera Barat, diharapkan lahir berbagai program kolaboratif yang mampu mempercepat penyelesaian masalah prioritas daerah sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui gerakan bersama ini, kampus diharapkan semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sejalan dengan semangat “Bergerak Bersama Menyehatkan Nagari, Membangun Generasi.” (Anita)